Postingan

Menampilkan postingan dengan label Antropologi

Mencicipi Kuliner Unik Khas Tanjung Benoa

Gambar
Selain menampilkan keindahan panorama laut dan deretan jasa wisata olahraga air, tidak ada yang menyangka bahwa daerah Tanjung Benoa memiliki keunikan kuliner tersendiri. Kuliner khas daerah ini dikenal dengan nama Batu-Batu. Kuliner ini berbahan dasar hewan laut yang menyerupai keong laut dengan ukuran yang lebih kecil. Kuliner ini sudah ada sejak turun temurun, masyarakat Tanjung Benoa tidak mengetahui pasti sejak kapan kuliner khas ini ada. Untuk menemukan kuliner khas ini kalian dapat menuju Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Adapun jarak tempuh dari pusat Kota Denpasar menuju Tanjung Benoa sekitar 34,2 km, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 2 menit perjalanan. Menemukan kuliner ini tidak begitu sulit, karena kalian dapat menemukan pada warung-warung kecil di sepanjang desa. Kuliner Batu-Batu diklaim masyarakat Tanjung Benoa hanya terdapat di kawasan ini. Hal ini didukung dengan kawasan Tanjung Benoa yang memiliki letak geografis dengan dike...

Berkunjung ke Cagar Budaya Prasasti Blanjong di Denpasar

Gambar
Pulau Bali memiliki banyak tempat dan berbagai bentuk peninggalan yang telah dijadikan cagar budaya. Bentuk peninggalan ini ada yang berupa candi, Pura, patung, linggam , prasasti, dan lain sebagainya. Salah satu cagar budaya yang sering dikunjungi wisatawan asing ataupun domestik, serta sering muncul pada buku pelajaran sekolah, yakni Cagar Budaya Prasasti Blanjong. Cagar budaya ini berlokasi di Jalan Belanjong, Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Adapun jarak tempuh dari Pusat Kota Denpasar menuju Cagar Budaya Prasasti Blanjong sekitar 12, 1 km, dengan waktu tempuh sekitar 26 menit. Menemukan lokasi cagar budaya ini sangatlah mudah, cukup dengan menggunakan aplikasi maps pada smartphone kalian. Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di depan Pura. Untuk dapat melihat Prasasti Blanjong, pengunjung terlebih dahulu memasuki areal Pura Dalem . Disarankan sebaiknya pengunjung membawa kain ( kamen ) dan tali pengikat ( selendang )...

Penyebutan Istilah Pengobat Tradisional pada Beberapa Daerah di Indonesia

Gambar
         Kemajuan dan kecanggihan pengobatan sudah semakin dirasakan masyarakat di hampir seluruh pelosok daerah Indonesia. Ditambah ketersediaan asuransi kesehatan yang sangat membantu masyarakat kalangan bawah dan mulai meratanya fasilitas kesehatan dengan kualitas yang baik. Hal ini membuat daya tarik masyarakat untuk berobat ke fasilitas medis modern semakin tinggi. Semua hal ini sudah mulai dirasakan dan digunakan oleh masyarakat Indonesia ketika mengalami sakit. Namun, walaupun kemajuan dan kecanggihan pengobatan sudah mulai merata di Indonesia, tetap saja ada beberapa masyarakat yang masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap seorang pengobat tradisional (battra).       Berbagai faktor mempengaruhi pilihan masyarakat untuk tetap berobat kepada pengobat tradisional ketika sakit. Namun, perlu diakui eksistensi pengobat tradisional masih cukup tinggi di Indonesia dan penyebutan kepada pengobat tradisional di beberapa daerah memiliki na...

Memahami Istilah "Masyarakat Terasing" di Indonesia

Gambar
Masyarakat di Kawasan Terpencil Pasti kita pernah mendengar istilah "Masyarakat Terasing" bukan?, ya istilah ini kerap kali disebutkan untuk masyarakat dengan kriteria tertentu di Indonesia. Masyarakat terasing adalah masyarakat yang dipandang sebagai suku bangsa yang secara geografis hidup di daerah terpencil ataupun pedalaman, yang susah untuk dijangkau. Pemerintah dan masyarakat Indonesia sangat mudah untuk menyebut mereka sebagai masyarakat terasing. Merasa istilah "terasing" kurang pantas, Tokoh Antropologi Indonesia yaitu Prof. Koentjaraningrat mengusulkan untuk mengganti istilah tersebut dengan "masyarakat yang diupayakan berkembang". Masyarakat terasing merupakan konsep yang dibangun oleh pemerintah untuk menunjuk kepada satu golongan masyarakat yang hidup dalam sosial budaya bersifat lokal, terpencar, dan kurang terlibat dalam jaringan serta pelayanan baik sosial, ekonomi, maupun politik nasional di Indonesia. Golongan ini menjadi pentin...

Mengenal dan Memahami Antropologi Pendidikan di Indonesia

Gambar
Antropologi Pendidikan di Indonesia Antropologi secara umum dapat dirumuskan sebagai salah satu ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaannya. Terdapat berbagai subdisiplin dalam ilmu Antropologi, di antaranya: Paleoantropologi (mengenai evolusi biologis), Antropologi Biologis (mengenai ciri fisik), Antropologi Prehistoris (mengenai perkembangan berbagai kebudayaan), Etnolinguistik (mengenai perkembangan berbagai bahasa), dan Etnologi (mengenai asas masyarakat dan kebudayaan suku bangsa). Setelah banyaknya muncul negara merdeka sesudah perang dunia kedua, berkembanglah antropologi terapan.  Antropologi terapan digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing dengan berbagai disiplin ilmu yang lain, salah satunya yang akan kita bahas yaitu Antropologi Pendidikan. Secara historis, ilmu pendidikan di Indonesia merupakan ilmu terapan yang pada umumnya mempunyai dua sisi. Pertama, dipelajari oleh orang dalam yang berkaitan dengan peran serta sesuai kebutuhan dan kemam...